Assalamu'alaikum... Saya mohon yang sebesar - besarnya karena baru memposting kembali setelah sekian lama rehat. Topik yang akan saya posting akan membahas tentang Landasan Teori, Kerangka Pikir dan Hipotesis pada penulisan Tesis.
Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran
sangat besar dalam penelitian adalah teori. Suatu landasan teori dari
suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai
studi literatur atau tinjauan pustaka. Salah satu contoh karya tulis
yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset. Melalui penelitian
atau kajian teori diperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat
para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru.
Setelah masalah penelitian dirumuskan,
maka langkah kedua dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari
teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi hasil
penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk
pelaksanaan penelitian (Sumadi Suryabrata dalam Sugiyono, 2010:52).
Landasan teori ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar
yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error).
Adanya landasan teoritis ini merupakan ciri bahwa penelitian itu
merupakan cara ilimiah untuk mendapatkan data.
Metode penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk
diperhatikan dan dipelajari. Dengan penguasaan metode penelitian yang
mantap, diharapkan para tenaga pengajar dapat menyertakan metode-metode
penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dalam bidang
yang sedang diajarkan.
Dalam makalah ini disajikan bagian dari materi Metode penelitian
tersebut, yakni tentang landasan teori, kerangka pikir dan hipotesis.
DESKRIPSI DAN PENGERTIAN TEORI
- 1. Pegertian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam
proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori,
konsep-konsep, generalisasi-generelisasi hasil penelitian yang dapat
dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian.
(Sumadi Suryabrata dalam Sugiyono, 2010:52).
Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi dan proposisi
yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui
spesifikasi hubungan antara variabel, sehingga dapat berguna untuk
menjelaskan dan meramalkan fenomena. (Neumen dalam Sugiyono, 2010:52).
Teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat
digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik. (Wiliam
Wiersma dalam Sugiyono, 2010:52).
Sitirahayu Haditono, 1999 menyatakan bahwa suatu teori akan
memperoleh arti yang penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan,
menerangkan dan meramalkan gejala yang ada. Mark 1963 membedakan adanya
tiga macam teori. Ketiga teori ini berhubungan dengan data empiris.
Dengan demikian dapat dibedakan antara lain:
- Teori yang deduktif: memberikan keterangan yang dimulai dari suatu
perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan
diterangkan.
- Teori yang induktif: adalah cara menerangkan dari data ke arah
teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistik ini dijumpai
pada kaum behaviorist.
- Teori yang fungsional: di sini tampak suatu interaksi pengaruh
antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan
teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Berdasarkan tiga pandangan ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut.
- Teori menunjuk pada sekelompok hukum yang tersusun secara logis.
Hukum-hukum ini biasanya sifat hubungan yang deduktif. Suatu hukum
menunjukkan suatu hubungan antara variabel-variabel empiris yang
bersifat ajeg dan dapat diramal sebelumnya.
- Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai
suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang
tertentu. Di sini orang mulai dari data yang diperoleh dan dari data
yang diperoleh itu datang suatu konsep yang teoritis (induktif).
- Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang
menggeneralisasi. Di sini biasanya tedapat hubungan yang fungsional
antara data dan pendapat yang teoritis.
Berdasarkan data tersebut di atas secara umum dapat ditarik
kesimpulan bahwa, suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum.
Konseptualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh malalui jalan yang
sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya, bila tidak, dia
bukan suatu teori.
Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat
konsep, definisi, dan proporsisi yang disusun secara sistematis. Secara
umum, teori mempunyai tiga fungsi, yaitu untuk menjelaskan (
explanation), meramalkan (
prediction), dan pengendalian (
control) suatu gejala (Sugiyono, 2010).
Konsep merupakan pendapat ringkas yang dibentuk melalui proses
penyimpulan umum dari suatu peristiwa berdasarkan hasil obervasi yang
relevan. Definisi merupakan suatu pernyataan mengenai ciri-ciri penting
suatu hal, dan biasaya lebih kompleks dari arti, makna, atau pengertian
suatu hal. Sedangkan proposisi merupakan pernyataan yang membenarkan
atau menolak suatu perkara.
- 2. Deskripsi Teori
Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis
tentang teori (bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan
hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti.
Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan, akan tergantung
pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah
variabel yang diteliti. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga
variabel independen dan satu dependen, maka kelompok teori yang perlu
dideskripsikan ada empat kelompok teori, yaitu kelompok teori yang
berkenaan dengan variabel independen dan satu dependen. Oleh karena itu,
semakin banyak variabel yang diteliti, maka akan semakin banyak teori
yang dikemukakan (Sugiyono, 2010:58).
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap
variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang
lengkap dan mendalam dari berbagai dari berbagai referensi, sehingga
ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel
yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. (Sugiyono, 2010:58).
Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:
- Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya
- Cari sumber-sumber bacaan yang banyak dan relevan dengan setiap variabel yang diteliti.
- Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan
setiap variabel yang diteliti. Untuk referensi yang berbentuk laporan
penelitian lihat penelitian permasalahan yang digunakan, tempat
penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data, analisis dan
saran yang diberikan.
- Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber
bacaan, kemudian bandingkan antara satu sumber dengan sumber lainnya dan
dipilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
- Baca seluruh isi topik buku sesuai dengan variabel yang akan
diteliti lakukan analisis renungkan, dan buatlah rumusan dengan bahasa
sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
- Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke
dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang
dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori
harus dicantumkan.
TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
Numan 2003, dalam (Sugiyono, 2010) mengemukakan tingkatan teori (
level of theory) menjadi tiga yaitu,
micro,
meso, dan
macro.
Micro
level theory: small slices of time, space, or a number of people. The
concept are usually not very abstract. Meso level theory: attempts to
link macro and micro levels or to operate at an intermediate level. Contoh teori: organisasi dan gerakan sosial, atau komunitas tertentu.
Macro
level theory: concerns the operation of larger aggregates such as
social institutions, entire culture systems, and whole societies. It use
more concepts that are abstract.
Selanjutnya fokus teori dibedakan menjadi tiga yaitu teori subtantif, teori formal, dan
midle range theory. Subtantive theory is developed for a specific area
of social concern, such as deliquent gangs, strikes, diforce, or ras
relation. Formal theory is developed for a broad conceptual area in
general theory, such as deviance; socialization, or power. Midle range
theory are slightly more abstract than empirical generalization or
specific hypotheses. Midle range theories can be formal or subtantive.
Midle range theory is princippally used in sociology to guide empirical
inquiry.
Teori yang digunakan untuk perumusan hipotesis yang akan diuji
melalui pengumpulan data adalah teori subtantif, karena teori ini lebih
fokus berlaku untuk obyek yang akan diteliti.
KEGUNAAN TEORI DALAM PENELITIAN
Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti
harus berbekal teori. Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan
harus sudah jelas, karena teori di sini akan berfungsi untuk
memperjelas masalah yang akan diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan
hipotesis, dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian.
Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif
harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai.
Teori-teori pendidikan dapat dibagi menjadi teori umum pendidikan dan
teori khusus pendidikan. Teori umum pendidikan dapat dibagi menjadi
filsafat-filsafat pendidikan (filsafat ilmu pendidikan dan filsafat
praktek pendidikan) dan Ausland pedagogik. Teori khusus pendidikan dapat
dibagi menjadi teknologi pendidikan (manajemen pendidikan, pengembangan
kurikulum, model-model belajar mengajar dan evaluasi pendidikan) dan
ilmu pendidikan (ilmu pendidikan makro dan mikro).
Redja Mudyaharjo 2002 dalam (Sugiyono, 2010), mengemukakan bahwa,
sebuah teori pendidikan adalah sebuah sistem konsep yang terpadu,
menerangkan dan prediktif tentang peristiwa-peristiwa pendidikan. Sebuah
teori ada yang berperan sebagai asumsi atau titi tolak pemikiran
pendidikan, dan ada pula yang berperan sebagai definisi atau keterangan
yang menyatakan makna. Asumsi pokok pendidikan adalah:
- Pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari
kondisi-kondisi aktual dari individu yang belajar dan lingkungan
belajarnya
- Pendidikan adalah normatif, artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal yang baik atau norma-norma yang baik
- pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan
berupa serangkaian kegiatan yang bermula dari kondisi-kondisi aktual
dari individu yang belajar, tertuju pada pencapaian individu yang
diharapkan.
Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, maka fungsi teori yang
pertama digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau
konstruk variabel yang akan diteliti. Fungsi teori yang kedua adalah
untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena
pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat
prediktif. Selanjutnya fungsi teori yang ketiga digunakan mencandra dan
membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk
memberikan saran dan upaya pemecahan masalah.
Dalam landasan teori perlu dikemukakan deskripsi teori, dan kerangka
berfikir, sehingga selanjutnya dapat dirumuskan hipotesis dan instrumen
penelitian.
KERANGKA BERFIKIR
Uma Sekaran dalam bukunya Business Research, 1992 dalam (Sugiyono,
2010) mengemukakan bahwa, kerangka berfikir merupakan model konseptual
tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis
pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu
dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Bila dalam
penelitian ada variabel moderator dan intervening, maka juga perlu
dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian.
Pertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan ke dalam
bentuk paradigma penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan
paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berfikir (Sugiyono,
2010:60)
Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila
dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. Apabila
penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri,
maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis
untuk masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran
variabel yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999, dalam Sugiyono, 2010).
Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya
dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh
karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk
hubungan maupun komparasi, maka perlu dikemukakan kerangka berfikir.
Suriasumantri 1986, dalam (Sugiyono, 2010) mengemukakan bahwa seorang
peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar bagi
argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis.
Krangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap
gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan.
Kiteria utama agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama
ilmuwan, adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu
kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Jadi
kerangka berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel
yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan
teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis
secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang
hubungan antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel
tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis (Sugiyono,
2010:60-61).
HIPOTESIS
Perumusan hipotesis penelitian merupakan langkah ketiga dalam
penelitian, setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka
berfikir. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak setiap penelitian harus
merumuskan hipotesis. Penelitian yang bersifat ekploratif dan deskriptif
sering tidak perlu merumuskan hipotesis.
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat
sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data
yang terkumpul (Suharsimi Arikunto, 2010:110).
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada
fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi
hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap
rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik (Sugiyono, 2010).
Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang
menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, tidak
dirumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan
hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti
dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
KESIMPULAN
Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran
sangat besar dalam penelitian adalah teori. Teori adalah alur logika
atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan
proposisi yang disusun secara sistematis. Teori mempunyai tiga fungsi,
yaitu untuk menjelaskan (
explanation), meramalkan (
prediction), dan pengendalian (
control) suatu gejala.
Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, maka fungsi teori yang
pertama digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau
konstruk variabel yang akan diteliti. Fungsi teori yang kedua adalah
untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena
pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat
prediktif. Selanjutnya fungsi teori yang ketiga digunakan mencandra dan
membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk
memberikan saran dan upaya pemecahan masalah. Dalam landasan teori perlu
dikemukakan deskripsi teori, dan kerangka berfikir, sehingga
selanjutnya dapat dirumuskan hipotesis dan instrumen penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi, Prof. Dr. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta : Rineka Cipta, 2010
Sugiyono Prof. Dr., metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kulaitatif dan R & D, Bandung : Cv. Alfa Beta, 2010
http://blogbahrul.wordpress.com/2007/11/28/landasan-teori-kerangka-pikir-dan-hipotesis-penelitian/
http://kamriantiramli.wordpress.com/2011/05/16/landasan-teori-kerangka-berfikir-dan-pengajuan-hipotesis/
http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/04/teknik-penyusunan-landasan-teori-atau.html